This is a place for me to write all that happen in the past, present, and future of my life and all the things in the world that i concern about...please enjoy!

Monday, January 28, 2008

Meneteskan air mata

Sorry this time i have to write in Bahasa....

Kalau kita membahas tentang menangis, masih banyak hal-hal yang bisa membuat kita menangis, atau setidaknya meneteskan air mata.

Alhamdulillah, kemarin saya masih punya air mata untuk diteteskan, masih punya hati yang bisa terenyuh ketika melihat hal yang mengharukan dan mempunyai nurani yang putih untuk mencoba mengerti arti kehidupan.

Kenapa? Jadi, kemarin ketika saya pergi ke Carefour untuk belanja, itu sudah masuk jam maghrib. Akhirnya saya ke mushola di Carefour untuk solat maghrib. Ketika ambil wudhu, saya melihat ada seorang bapak usia 40 tahunan dengan anak laki-lakinya yang berusia sekitar 7 tahun.

Selesai wudhu, kami menuju tempat solat. Si ayah berdiri di kanan saya, dan si anak sedikit jauh karena tempatnya penuh. Ketika solat, saya melihat ayah ini bersikap biasa saja. Berdiri seperti orang normal tanpa ada masalah sama sekali.

Tapi, setelah sujud dan akan melakukan duduk antara 2 sujud, saya melihat si ayah dengan susaah payah memindahkan kaki kirinya dengan bantuan tangan, untuk ditekuk lebih dalam, sehingga posisi duduk antara 2 sujudnya tidak sempurna, miring dengan tubuh ayah itu menempel ke tubuh saya. Kembali ketika sujud, si ayah bersusah payah menggerakkan kaki kirinya untuk bisa menempelkan lututnya ke karpet sehingga membentuk posisi sujud yang sempurna. Saya menyadari betapa sulitnya si ayah untuk memindahkan dan menggerakkan kakinya tersebut..Terlihat dari suara nafas yang terengah-engah karena sulit atau mungkin sedikit kesakitan ketika mengangkat kaki kirinya itu...

Subhanallah, dalam solat, saya meneteskan air mata. Karena menyadari betapa besar perjuangan si ayah untuk melaksanakan solat seperti biasa, seperti orang yang tidak sakit apapun. Ada sedikit kelainan atau si ayah pernah mengalami kecelakaan. Sehingga kaki kirinya sedikit pincang dan sulit untuk ditekuk ketika duduk antara 2 sujud. Saya menangis, menangis karena mengagumi perjuangan si ayah itu untuk tetap melaksanakan solat seperti biasa. Untuk tetap menyerahkan dirinya pada Allah, tanpa mengenal rasa malas dan malu. Saya malu, karena kadang saya masih menyia-nyiakan anugerah yang diberikan Allah kepada saya, yaitu anugerah kesehatan dan kesempurnaan fisik.

Dit, sesuai janji gue, gue nulis tentang air mata, dan Alhamdulillah gue masih bisa dit nangis, karena hati, karena Allah..

=,)

Semoga kita semua mendapat hikmah dari perjuangan si ayah itu...Semoga si ayah tetap kuat dan tak kenal lelah berusaha untuk melaksanakan kewajiban sang Illahi. Amien.




2 comments:

  1. amiiin. smoga si ayah tetep kuuuat. meskipun udah rapuh, tapi dengan susah payah tetep menjalankan sholat.

    bener, jadi bikin kita introspeksi diri. smoga smuanya bisa dapet hikmahnya. amin!

    ReplyDelete
  2. Amien... =)

    Yup, semoga kita semua yang lebih sehat dari si ayah itu, bisa melaksanakan ibadah yang lebih dari si ayah..

    ReplyDelete